Diberdayakan oleh Blogger.
Home » » Pengertian Bhinneka Tunggal Ika

Pengertian Bhinneka Tunggal Ika

Kalian pasti telah mengetahui bahwa ada banyak sekali suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, lengkapnya budayanya masing-masing. Walaupun suku-suku bangsa itu memiliki budaya yang berbeda-beda, semuanya menyatu membentuk bangsa Indonesia.
Pada post ini kita akan membahas keanekaragaman budaya dan etnis di Indonesia lewat suatu semboyan bangsa Indonesia yakni Bhinneka Tunggal Ika.
Istilah bhinneka tunggal ika berasal dari bahasa Sansekerta,bhina berarti beda, tunggal ika berarti satu. Istilah ini menjadi semboyan nasional Indonesia yang terdapat pada lambang negara burung garuda.
Ungkapan bhinneka tunggal ika tercantum dalam buku Sutasoma karangan Mpu Tantular pada jaman Majapahit. Patih Gajah Mada juga menyebutkan istilah ini dalam usahanya mempersatukan Nusantara. Pada permulaan kemerdekaan bangsa Indonesia semboyan tersebut pun selalu digunakan untuk mendorong lahirnya semangat persatuan bangsa. Semboyan tersebut memberi pesan agar keanekaragaman Indonesia senantiasa dipelihara dan dipandang sebagai aset nasional.
Keanekaragaman bangsa Indonesia diakibatkan antara lain oleh keadaan geografis dan latar belakang etnis.

Keadaan Geografis

Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak diantara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Kepulauan tersebut mempunyai panjang wilayah 3.400 mil terhitung dari Sabang sampai Merauke. Wilayah tersebut terletak dititik 95¤ BT-141¤ BT dan 6¤ LU-11¤LS, didaerah khatulistiwa yang beriklim tropis.
Walaupun sama-sama beriklim tropis, tiap-tiap daerah memiliki keadaan alam yang berbeda-beda. Dengan kondisi alam yang berbeda-beda, masyarakat yang tinggal didaerah tersebut harus menyesuaikan cara hidupnya dengan alam sekitarnya.
Keadaan geografis dengan banyaknya gunung dan sungai serta berpulau-pulau mengakibatkan masyarakat yang satu dan yang lainnya sulit berhubungan. Sebagai konsekuensinya, corak budaya masing-masing masyarakat suku bangsa pun unik, memiliki ciri khas yang berbeda dengan budaya masyarakat suku bangsa lainnya.

Etnis

Nenek moyang kita telah mendiami kepulauan Nusantara sejak dahulu kala. Akan tetapi, walaupun hidup terpencar di pulau-pulau yang berbeda, nenek moyang kita bukan berasal dari ras yang berbeda, karena pada dasarnya asal mula bangsa Indonesia diperkirakan dari daerah yang sama. Nenek moyang bangsa Indonesia datang dari pangkal anak benua Hindia belakang, yang berbatasan dengan negeri Cina. Diwilayah ini terdapat dua pusat persebaran bangsa-bangsa, yaitu di Yunan dan di Dongson. Baik penghuni Yunan maupun Dongson berasal dari Dataran Tinggi Tibet. Kedua jenis bangsa pendatang ini termasuk ras Austronesia, yang memiliki ciri-ciri fisik berkulit sawo matang, berambut lurus dan berbadan ramping.
Kedatangan bangsa Yunan lebih awal dibandingkan dengan bangsa Dongson. Bangsa Yunan disebut bangsa Proto Melayu (Melayu Tua). Keturunannya adalah suku bangsa Batak, Dayak, Nias, Kubu dan Toraja. Bangsa Dongson disebut bangsa Deutero Melayu (Melayu Muda). Keturunannya bangsa Jawa, Sunda, Madura, Minangkabau dan Bugis.
Apa yang dikemukakan diatas adalah awal dari keanekaragaman suku-suku bangsa di Indonesia, yang di dalam perkembanganya setiap suku bangsa mempunyai kebudayaan sendiri-sendiri. Kebudayaan ini diwujudkan dalam sistem kesenian (seperti musik, suara, tari, pakaian adat dan bangunan rumah),ekonomi,kekerabatan,politik dan religi yang akan kami bahas pada post yang akan data.

0 komentar:

Poskan Komentar

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS